IniSulawesi.Com, BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat upaya mitigasi bencana melalui survei pemetaan kerentanan tanah di sejumlah titik wilayah. Kegiatan yang melibatkan tim BMKG Stasiun Geofisika Gorontalo dan Stasiun Meteorologi Tolitoli ini difokuskan pada kawasan permukiman serta desa-desa yang terdampak gempa bumi pada 12 Juli 2026.
Tim BMKG diterima langsung oleh Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, S.H., M.H., didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buol, Moh. Kafi Marjuni, S.P., di halaman Kantor Bupati Buol yang menjadi salah satu lokasi pengambilan sampel survei.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas langkah cepat BMKG yang turun langsung ke lapangan untuk memperoleh data teknis sebagai dasar penguatan mitigasi bencana di Kabupaten Buol.
Menurutnya, kondisi geografis Buol yang memiliki potensi ancaman gempa bumi maupun bencana hidrometeorologi membutuhkan dukungan data ilmiah yang akurat agar pemerintah daerah dapat menyusun kebijakan penanggulangan bencana secara tepat.
“Kami mengapresiasi kehadiran tim BMKG yang telah melakukan survei di Kabupaten Buol. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar penting dalam memperkuat sistem mitigasi dan perlindungan masyarakat dari potensi bencana,” ujar Wakil Bupati.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Buol, Moh. Kafi Marjuni, menegaskan pihaknya siap mendukung seluruh rangkaian kegiatan survei serta menindaklanjuti hasilnya dalam penyempurnaan peta rawan bencana dan sistem peringatan dini hingga ke tingkat desa.
Ia mengatakan kolaborasi antara BPBD dan BMKG akan memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi di masa mendatang.
Di sisi teknis, Staf Pengamat Meteorologi dan Geofisika Stasiun Geofisika Gorontalo BMKG, Asyer Oktaf, menjelaskan bahwa survei dilakukan menggunakan metode perekaman getaran alami tanah atau microtremor. Metode ini mampu menggambarkan karakteristik struktur bawah permukaan hingga kedalaman puluhan meter sehingga dapat diketahui tingkat kerentanan tanah terhadap guncangan gempa.
Data hasil survei nantinya akan diolah menjadi peta spasial kerentanan tanah yang menunjukkan zona tanah lunak hingga tanah keras di wilayah Kabupaten Buol. Selain itu, BMKG juga akan menyusun rekomendasi teknis bagi pemerintah daerah sebagai dasar penyusunan tata ruang, pembangunan bangunan tahan gempa, serta strategi mitigasi bencana jangka panjang.
Seluruh data lapangan yang telah diverifikasi juga akan diintegrasikan ke BMKG Pusat di Jakarta sebagai bagian dari pembaruan basis data kegempaan nasional.
Selain melakukan survei teknis, tim BMKG turut berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Buol dan unsur Forkopimda untuk menyampaikan perkembangan aktivitas gempa susulan serta memberikan edukasi mengenai pentingnya memperoleh informasi kebencanaan dari sumber resmi.
BMKG mengimbau masyarakat Kabupaten Buol agar tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, dan selalu mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui BMKG maupun BPBD guna menghindari penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

