IniSulawesi.Com, Tolitoli (01/10/2025) – Makan Bergizi Gratis atau MBG yang merupakan program utama Presiden Prabowo akhir-akhir ini kerap menjadi perbincangan publik baik dimasyarakat maupun media sosial. Program yang memakan biaya 1,2 Triliun per hari ini memang selalu menyita perhatian publik bukan hanya karena anggarannya yang cukup besar tapi juga terkait pengelolaan dan mekanisme pengawasannya.
Himpunan mahasiswa islam cabang tolitoli Yogi sentanu menyoroti terkait program makan bergizi gratis, menurutnya makan bergizi gratis ini merupakan program yang cukup baik apabila dikelola dengan penuh ketelitian dan tanggung jawab, mengapa tidak, program ini jika terkelola dengan baik akan mampu berdampak bukan hanya terhadap kesehatan siswa tetapi jiga berdampak terhadap perputaran ekonomi dan terbukanya lapangan pekerjaan. tetapi terlepas dari itu ketua umum hmi cabang tolitoli juga mengkritik sistem pengelolaan MBG ini, menurutnya program ini tidak cukup matang untuk dilaksanakan, ini selaras dengan banyaknya kasus keracunan akibat makan bergizi gratis yang telah terjadi di Indonesia.
“Makan bergizi gratis ini menurut saya belum cukup matang untuk dilaksanakan, masih banyak kasus keracunan, artinya bahwa diperlukan strategi serta pengawasan yang baik terhadap pendistribusian MBG ini” Ujar Yogi Sentanu didalam sambutannya pada pembukaan basic training HMI Komisariat STIE Mujahidin Tolitoli, 1 Oktober 2025.
Sejak diluncurkan sampai dengan hari ini, sudah ada sekitar 6.457 orang yang mengalami keracunan akibat mengonsumsi MBG, adapun daerah-daerah yang terdampak yaitu di 70 lokasi dengan daerah terbanyak yaitu Kab. Bandung Barat. Menurut Ketua Umum HMI Tolitoli ini merupakan hal yang perlu di evaluasi oleh pemerintah baik pusat maupun daerah, mengingat kasus keracunan ini sangat berdampak terhadap kondisi peserta didik, Yogi Sentanu ketika diwawancarai meminta kepada pemerintah untuk segera menutup sementara program MBG ini sembari melakukan evaluasi total sehingga diharapkan dari hasil evaluasi itu program ini dapat menjadi lebih baik dan tetap sasaran sesuai target pemerintah.
“Melihat banyaknya kasus keracunan akibat MBG ini, kami menilai bahwa pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk segera mengevaluasi terkait penyaluran, karena ini menyangkut kesehatan orang banyak, kami mendesak pemerintah untuk segera menghentikan sementara program ini dan mengevaluasi secara total, jangan sampai ada korban-korban selanjutnya” ujar yogi
sementara itu kepala BGN Dadan Hindayana di kutip dari media Tribunpekanbaru.com menegaskan enggan menghentikan program MBG. Alasannya sejak awal program tersebut bertujuan untuk mencapai menu gizi seimbang kepada seluruh anak Indonesia. Hal ini juga menuai banyak respon dari kalangan masyarakat terkhusus mahasiswa, Yogi Sentanu menyayangkan respon kepala BGN tersebut, menurutnya MBG ini benar-benar harus dilakukan dengan sangat matang, bukan asal-asalan Yogi juga lantas mengapresiasi tindakan pemerintah yang menutup Sppg bermasalah di beberapa kabupaten, langkah ini dinilai mampu menjadi sarana evaluasi untuk Sppg-sppg yang ada di seluruh Indonesia agar lebih teliti lagi didalam pelaksanaan program ini.
“Kami sangat menyayangkan respon kepala BGN yang seakan tidak peduli terhadap kondisi para siswa yang terdampak, oleh karena itu sekali lagi kami tegaskan, kami meminta pemerintah untuk mengevaluasi total program ini, kami juga mengapresiasi langkah presiden prabowo yang telah menutup Sppg yang bermasalah, ini menjadi peringatan bahwa Sppg harus mampu menjadi kesehatan dari makanan-makanan yang mereka sediakan, kami tentu berharap program ini berjalan sesuai dengan rencana dan target pemerintah” tambah Yogi.
Akhirnya Program makan bergizi gratis ini diharapkan mampu memberikan dampak positif serta mampu berhasil sesuai target pemerintah dan tidak terjadi kasus-kasus serupa sehingga masyarakat mampu merasakan dampak dari program ini.

