IniSulawesi.Com, Morowali – Dalam rangka memperingati Milad ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), HMI Cabang Persiapan Morowali menggelar diskusi dan dialog publik pada hari Senin (09/02/2026) di Sin Coffee, Desa Bente. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus forum strategis membahas isu pendidikan dan lingkungan di Kabupaten Morowali.

Ketua Cabang HMI Persiapan Morowali, Hidayatullah Ariflan, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Milad HMI bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi dan konsolidasi gagasan untuk menjawab berbagai persoalan daerah. Menurutnya, HMI sebagai organisasi kader memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk terus hadir memberikan kontribusi pemikiran terhadap isu-isu strategis, khususnya di sektor pendidikan dan lingkungan.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Puput, menyampaikan bahwa dialog publik ini dirancang sebagai wadah terbuka yang mempertemukan mahasiswa, pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam satu ruang diskusi yang konstruktif. Ia berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ajang bertukar pandangan, tetapi juga mampu melahirkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti demi kemajuan Kabupaten Morowali.

Dialog tersebut menghadirkan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Morowali, Moh. Sadhak Husain ZA, S.IP, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa anggaran pendidikan telah dialokasikan kepada Dinas Pendidikan, sehingga optimalisasi pengelolaan menjadi tanggung jawab instansi teknis.

“Anggaran pendidikan sudah diberikan kepada Dinas Pendidikan. Tinggal bagaimana pengelolaannya dilakukan secara maksimal, tentu tetap mengacu pada visi dan misi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kondisi Kabupaten Morowali,” tegas Moh. Sadhak Husain ZA.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah telah mendirikan sekolah percontohan di tingkat Sekolah Dasar (SD) sebagai program jangka panjang peningkatan mutu pendidikan.

Perwakilan Dinas Pendidikan dalam forum tersebut menyampaikan bahwa rencana perubahan status dan penambahan program studi (prodi) menjadi enam prodi di Kampus PSDKU Morowali telah dikomunikasikan sejak tahun 2022. Namun, pascapergantian rektor, rencana tersebut belum ditindaklanjuti secara optimal. Meski demikian, pihaknya menyatakan akan terus mengupayakan agar PSDKU Morowali dapat berkembang dan ke depan berdiri secara mandiri.

Isu lingkungan hidup juga menjadi perhatian dalam dialog tersebut. Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengakui bahwa pengawasan, termasuk terhadap pengelolaan limbah, belum berjalan maksimal dan masih memerlukan penguatan sistem serta sumber daya.

Sementara itu, akademisi sekaligus pemerhati lingkungan, Adi Fikram, S.T., menekankan pentingnya evaluasi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) agar arus industrialisasi di Morowali dapat terkendali dengan baik dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.

“AMDAL harus dievaluasi kembali sehingga arus industrialisasi di Kabupaten Morowali bisa terkendali dengan baik,” tegasnya.

Melalui momentum Milad ke-79 ini, HMI Cabang Persiapan Morowali berharap dialog publik tersebut tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi mampu mendorong langkah konkret dalam peningkatan kualitas pendidikan serta pengawasan lingkungan yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Morowali.