IniSulawesi.Com, BUOL – Masyarakat Kabupaten Buol sempat dibuat cemas setelah muncul peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 07.30 WITA, Senin (8/6/2026).

Kepanikan warga semakin meningkat setelah sejumlah masyarakat di wilayah pesisir menyaksikan fenomena air laut yang mengalami pasang dan surut secara berulang dalam waktu relatif singkat. Berdasarkan pengamatan warga, kondisi tersebut terjadi hingga enam kali dan memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol, Moh. Kachfi Mardjuni, menegaskan bahwa fenomena pasang surut yang terjadi masih tergolong peristiwa alam yang normal dan tidak perlu dikaitkan dengan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Menurutnya, BPBD Buol telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah lokasi pesisir serta memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Fenomena pasang surut air laut seperti ini dapat terjadi secara alami.

Masyarakat diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti informasi resmi dari instansi yang berwenang,” ujar Kachfi.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya serta selalu memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah, BMKG, dan lembaga terkait.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di wilayah pesisir Kabupaten Buol terpantau aman dan aktivitas masyarakat berlangsung normal. Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan guna memastikan situasi tetap kondusif.