IniSulawesi.Com, BUOL – Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Tadulako (Untad) di Kabupaten Buol mulai memasuki tahap perkuliahan. Kegiatan perdana resmi digelar pada Rabu malam, 19 Agustus 2026, dan berlanjut hingga saat ini.
Perkuliahan perdana tersebut diikuti puluhan mahasiswa dari dua program studi yang dibuka pada tahap awal, yakni Ilmu Pemerintahan sebanyak 38 mahasiswa dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 8 mahasiswa.
Ketua Tim PSDKU Untad Buol, Moh. Nur Korompot, mengatakan program tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja namun belum menempuh pendidikan hingga jenjang sarjana.
“Mahasiswa yang ikut perkuliahan ini adalah mereka yang sudah bekerja tetapi belum S1. Kami juga menegaskan bahwa ini merupakan kampus Untad asli, institusinya terakreditasi unggul, sesuai yang dipersyaratkan peraturan Kementerian,” ujar Moh. Nur Korompot kepada awak media, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, skema RPL menjadi salah satu upaya untuk mengakomodasi pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki calon mahasiswa sehingga dapat melanjutkan pendidikan tinggi secara lebih efektif.
Untuk memastikan proses pembelajaran berjalan optimal, Untad menyiapkan 26 dosen pengajar yang didatangkan langsung dari kampus utama. Para dosen tersebut akan datang dalam dua gelombang.
Sebanyak 12 dosen pada gelombang pertama telah tiba di Kabupaten Buol dan mulai mendukung pelaksanaan perkuliahan. Sementara 14 dosen lainnya dijadwalkan tiba pada 26 Agustus 2026.
Moh. Nur Korompot juga menyampaikan apresiasi pihak Universitas Tadulako terhadap Pemerintah Kabupaten Buol atas dukungan terhadap hadirnya PSDKU di daerah tersebut.
Ia menjelaskan, PSDKU Untad Buol menjadi kampus PSDKU ketiga yang dikembangkan Untad setelah sebelumnya hadir di Kabupaten Morowali dan Kabupaten Tojo Una-Una.
“Pihak Untad memberikan apresiasi tinggi kepada Kabupaten Buol karena sudah bisa membuka kampus PSDKU. Ini merupakan PSDKU ketiga milik Untad,” jelasnya.
Kehadiran PSDKU di Buol diharapkan tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi para pekerja yang ingin meningkatkan kualifikasi akademiknya tanpa meninggalkan aktivitas pekerjaan.
“Harapan saya, keberadaan kampus dan program RPL ini adalah berkah untuk Kabupaten Buol. Mari dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dimulainya perkuliahan RPL tersebut menjadi langkah awal bagi penguatan akses pendidikan tinggi di Kabupaten Buol sekaligus membuka peluang peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui jalur pendidikan yang menyesuaikan dengan pengalaman dan kebutuhan masyarakat.

