IniSulawesi.Com, BUOL – Peringatan Hari Ulang Tahun Daerah (HUTDA) ke-27 Kabupaten Buol menjadi momentum bagi Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., untuk menyampaikan sejumlah agenda strategis pembangunan daerah. Mulai dari penataan pertambangan rakyat, rencana pembangunan rumah sakit di atas lahan seluas 5 hektare, hingga perluasan akses pendidikan dan kesehatan melalui program unggulan pemerintah provinsi.

Anwar Hafid bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan HUTDA ke-27 Kabupaten Buol yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Buol, Senin (12/10). Upacara tersebut mengusung tema “Titingai Momongun Lripu: Agamis, Agropolitan yang Maju, Lestari Budaya dan Berkelanjutan” serta dihadiri jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten, unsur Forkopimda, akademisi, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.

Dalam amanatnya, Gubernur menekankan pentingnya pembangunan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya ialah aktivitas pertambangan yang menggunakan alat berat dan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan. Ia mengingatkan bahwa pengerukan kekayaan alam dalam skala besar tanpa pengelolaan yang memadai dapat membawa dampak serius bagi lingkungan Buol.

“Kalau sampai dua puluh alat yang jalan mengeruk kekayaan alam Buol, maka lingkungan luar biasa rusaknya,” tegas Anwar Hafid.

Sebagai langkah penataan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan mendorong pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), yang diharapkan membuka jalan bagi kegiatan pertambangan rakyat untuk memperoleh legalitas melalui mekanisme perizinan yang berlaku.

“Kita akan dorong WPR dan insya Allah IPR akan terbit,” ujarnya.

Dorongan tersebut menjadi perhatian penting bagi masyarakat Buol, khususnya terkait kepastian proses penataan pertambangan rakyat. Pembentukan WPR dan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) tetap harus mengikuti persyaratan serta prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah dan instansi berwenang.

Di sektor kesehatan, Anwar Hafid turut menyampaikan rencana pembangunan rumah sakit di Kabupaten Buol dengan luas lahan mencapai 5 hektare. Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan memperkuat pelayanan medis dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih memadai.

Rencana pembangunan rumah sakit ini menjadi salah satu agenda yang dinantikan tindak lanjutnya, terutama terkait kesiapan lokasi, pembiayaan, tahapan pembangunan, dan waktu pelaksanaan.

Selain pembangunan infrastruktur kesehatan, Gubernur memaparkan proyeksi program Berani Sehat yang ditargetkan menjangkau 17.234 jiwa di Kabupaten Buol pada 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan 12.766 jiwa pada 2025.

Sementara di bidang pendidikan, program Berani Cerdas diproyeksikan menjangkau 1.476 mahasiswa asal Buol pada 2026, dibandingkan 877 mahasiswa pada tahun sebelumnya. Anwar Hafid juga menyampaikan harapan agar guru dan tenaga kesehatan memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program tersebut pada tahun mendatang.

Perluasan akses pendidikan tinggi juga didorong melalui percepatan pembangunan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Tadulako di Buol. Kehadiran fasilitas pendidikan tinggi ini diharapkan memberikan kesempatan lebih luas kepada lulusan SMA sederajat untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus pergi jauh ke Kota Palu.

Di bidang infrastruktur, Gubernur menyoroti upaya merealisasikan pembangunan akses jalan Lambunu–Buol. Peningkatan konektivitas ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta pengembangan potensi ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menyampaikan rencana penyaluran bantuan sosial berupa sembako bagi 5.000 penerima manfaat di Kabupaten Buol. Bantuan tersebut diharapkan membantu meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat.

Adapun melalui program Berani Berkah, termasuk kegiatan Sulteng Mengaji, pemerintah provinsi turut mendorong penguatan kehidupan keagamaan dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

Di tengah kondisi kemarau panjang, masyarakat juga diimbau tidak membakar rumput atau sampah sembarangan serta tidak membuang puntung rokok di kawasan rawan kebakaran. Imbauan ini ditujukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengancam lingkungan serta keselamatan warga.

Dalam sambutannya, Anwar Hafid turut menyinggung perkembangan sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Buol berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 70,89 pada 2024 menjadi 71,47 pada 2025.

Angka kemiskinan juga turun dari 13,08 persen menjadi 12,48 persen, sedangkan jumlah penduduk miskin berkurang dari 23,05 ribu menjadi 22,35 ribu jiwa. Tingkat Pengangguran Terbuka menurun dari 3,13 persen menjadi 3,11 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 3,98 persen pada Triwulan II 2026, dibandingkan 3,31 persen pada 2025.

Berbagai agenda yang disampaikan dalam peringatan HUTDA ke-27 tersebut menempatkan penataan pertambangan, pembangunan fasilitas kesehatan, perluasan pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan sebagai bagian penting dari arah pembangunan Buol.

Masyarakat kini menantikan tindak lanjut dari berbagai rencana tersebut agar tidak berhenti pada penyampaian program, tetapi berlanjut pada pelaksanaan yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi daerah.

 

#M. Andi Makka