Inisulawesi.Com, Tolitoli – Jum’at, (21/11/2025) Sengketa lahan yang menimpa SMP Negeri 3 Tolitoli Utara di Desa Lakuan menjadi perhatian setelah warga memagari area sekolah yang menjadi objek perselisihan. Lahan seluas 40 x 80 meter tersebut di dalamnya terdapat sejumlah fasilitas penting, antara lain 3 ruang kelas belajar, 1 ruang tata usaha, 2 unit rumah dinas, 1 mushola, 1 laboratorium komputer, dan 1 gedung UKS. Pemagaran ini menyebabkan akses ke bangunan sekolah terbatas, sehingga proses belajar mengajar menjadi terganggu.

Menanggapi hal ini, HMI Cabang Tolitoli melalui Ketua Umum Yogi Sentanu menyampaikan keprihatinan sekaligus meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah penyelesaian. Menurut Yogi, penyelesaian dugaan sengketa lahan sekolah sangat penting demi kelancaran pendidikan dan masa depan siswa.
“Permasalahan terkait pendidikan di Kabupaten Tolitoli harus segera diselesaikan. Pemerintah perlu cepat bertindak agar adik-adik kita bisa belajar dengan tenang. Jika lahan dan bangunan sekolah masih bermasalah, tentu proses belajar akan terdampak,” ujarnya.
Yogi menambahkan, HMI sebagai organisasi mahasiswa siap mendukung proses penyelesaian secara konstruktif. Namun, jika pemerintah tidak segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan sengketa ini, HMI siap melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk tekanan agar persoalan ini segera ditangani.
Masyarakat dan pihak sekolah kini menunggu langkah nyata dari pemerintah Kabupaten Tolitoli, sehingga seluruh fasilitas pendidikan dapat kembali digunakan secara optimal dan hak siswa atas pendidikan tetap terjamin.
