IniSulawesi.Com, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Cinta Negeri (PCN) secara resmi mendeklarasikan Ketua Umumnya, Samsuri, S.Pd.I., M.A., sebagai bakal calon Presiden Republik Indonesia untuk Pemilihan Presiden 2029–2034. Deklarasi tersebut dibacakan oleh Ketua Bidang Litbang DPP PCN, Suwarno, pada Minggu (27/4/2025) di Kantor DPP PCN, Johar Baru, Jakarta Pusat.
Kegiatan diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Partai Cinta Negeri. Dalam forum tersebut, DPP PCN juga menyampaikan bahwa kewenangan penentuan calon wakil presiden diserahkan sepenuhnya kepada Samsuri sebagai bakal calon presiden dari partai.
Dalam sambutannya, Samsuri menyampaikan latar belakang pribadi serta arah kebijakan dan visi politik partai yang akan menjadi landasan menghadapi kontestasi 2029. Ia menegaskan komitmen untuk menjalankan politik yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Samsuri lahir di Cirebon pada 27 April 1976. Ia menempuh pendidikan S1 di STAIC Cirebon dan S2 di Institut STIAMI Jakarta. Dalam karier profesional, ia berprofesi sebagai guru SMA swasta di Kabupaten Bekasi dan mengampu mata pelajaran Sejarah Indonesia. Ia juga pernah mengikuti sejumlah kontestasi politik sebelumnya, termasuk Pilkada Cirebon 2008 dan Pileg DPR RI 2014, sebelum menjabat Ketua Umum PCN sejak 2019.
Dalam dokumen visi dan misi yang disampaikan, PCN menekankan sejumlah agenda, di antaranya penguatan demokrasi yang transparan dan akuntabel, pemberantasan korupsi, pembangunan sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan sistem jaminan sosial bagi masyarakat.
Teks deklarasi yang dibacakan jajaran DPP menyatakan komitmen struktural partai dari tingkat pusat hingga daerah untuk mendukung pencalonan Samsuri pada Pilpres 2029. Selain itu, partai juga menyampaikan rencana konsolidasi internal dan komunikasi politik dengan berbagai elemen masyarakat.
Usai pembacaan deklarasi, Samsuri menyatakan menerima pencalonan tersebut dan mengimbau kader serta simpatisan partai untuk tetap menjaga etika politik dan persatuan dalam menghadapi dinamika demokrasi ke depan.
Acara deklarasi berlangsung secara tertutup dan dihadiri oleh jajaran pengurus DPP, perwakilan pengurus wilayah dan daerah, serta sejumlah undangan internal partai. Kegiatan ditutup dengan doa bersama.

