IniSulawesi.Com, TOLITOLI – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tolitoli resmi menggelar “Intermediate Training” (Latihan Kader II/LK II) Tingkat Nasional Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kualitas kader dan menjaga keberlanjutan proses kaderisasi di tubuh organisasi. Kegiatan ini resmi dibuka pada tanggal 12 di Hotel Mitra Utama, Kabupaten Tolitoli, sementara pelaksanaan forum bertempat di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Tolitoli.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Tolitoli yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Sukirnov Laratte, S.H. Pelaksanaan Intermediate Training tingkat nasional tersebut menjadi momentum penting bagi HMI Cabang Tolitoli dalam menghadirkan ruang pembelajaran, pertukaran gagasan, serta penguatan kapasitas intelektual dan kepemimpinan kader dari berbagai daerah.

Ketua Umum HMI Cabang Tolitoli, Moh. Yogi Sentanu, menyampaikan bahwa pelaksanaan Intermediate Training tingkat nasional merupakan agenda besar organisasi sekaligus bentuk komitmen dalam menjaga keberlangsungan kaderisasi HMI.

“Kegiatan ini merupakan agenda besar HMI Tolitoli sebagai bentuk ikhtiar merawat kaderisasi. Tentu rasa terima kasih yang mendalam kami ucapkan kepada segenap panitia dan seluruh elemen yang terlibat menyukseskan kegiatan ini, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Tolitoli. Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan dampak nyata sesuai tema, yaitu terciptanya masyarakat baru menuju Indonesia yang berkualitas Insan Cita,” ujar Yogi.

Ia menegaskan bahwa kaderisasi merupakan fondasi utama dalam membentuk kader HMI yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat. Oleh karena itu, Intermediate Training tidak hanya dipandang sebagai tahapan formal dalam proses perkaderan, tetapi juga sebagai ruang strategis untuk membangun kesadaran kritis dan melahirkan gagasan-gagasan solutif bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari terlaksananya seluruh rangkaian agenda, tetapi juga dari sejauh mana proses pelatihan mampu membentuk kader yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan HMI serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tolitoli, Risman, S.E., M.M., yang juga merupakan bagian dari keluarga besar HMI, menekankan pentingnya kontribusi nyata kader terhadap bangsa dan daerah.

“HMI harus mampu berkontribusi nyata terhadap bangsa dan daerah. Sebagai kader HMI, saya bangga pernah berproses di dalam organisasi ini,” ungkap Risman.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa HMI memiliki tanggung jawab historis untuk melahirkan kader yang tidak hanya unggul dalam pemikiran, tetapi juga mampu mengambil peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan. Proses kaderisasi diharapkan dapat melahirkan generasi yang memiliki keberanian menyampaikan kebenaran, kemampuan menawarkan solusi, serta komitmen dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Pelaksanaan Intermediate Training Tingkat Nasional HMI Cabang Tolitoli Tahun 2026 juga menjadi bentuk kontribusi organisasi dalam memperkuat tradisi intelektual dan kepemimpinan mahasiswa. Melalui forum ini, para peserta diharapkan dapat memperluas wawasan, mempertajam analisis terhadap persoalan sosial, politik, ekonomi, dan kebangsaan, serta membangun jejaring antarkader dari berbagai daerah.

Dengan mengusung tema ”Sustainable HMI: Terciptanya Masyarakat Baru Menuju Indonesia yang Berkualitas Insan Cita,” HMI Cabang Tolitoli berharap kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melahirkan kader yang mampu menerjemahkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan ke dalam tindakan nyata.

HMI Cabang Tolitoli juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tolitoli, jajaran DPRD Kabupaten Tolitoli, seluruh panitia, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Melalui penyelenggaraan Intermediate Training tingkat nasional ini, HMI Cabang Tolitoli menegaskan komitmennya untuk terus merawat kaderisasi, memperkuat kualitas sumber daya manusia, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, serta bangsa Indonesia.