IniSulawesi.Com, Jakarta — Sosok Daenk Jamal dikenal sebagai tokoh masyarakat yang berhasil meniti jalan hidup dari bawah hingga mendirikan dan mengelola perusahaan PT. Cahaya Punggawa Timur di Jakarta dan Juga sebagai Salah Satu Pendiri Organisasi Forum Masyarakat Sulawesi (FORMASI). Perjalanan panjang yang ia tempuh sebagai perantau menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bagi mereka yang memiliki tekad, kesabaran, dan keberanian untuk bertahan.
Mengadu nasib di ibu kota bukan perkara mudah. Daenk Jamal merasakan langsung kerasnya kehidupan perantauan jatuh bangun, kepercayaan yang dikhianati, hingga kerja keras yang kerap tak dihargai. Namun, dari proses itulah ia menempa mental dan karakter, hingga akhirnya mampu berdiri sebagai pengusaha yang mapan dan disegani.
Dalam sebuah pesan reflektif yang kini banyak dibagikan di media sosial, Daenk Jamal menyampaikan pandangan hidup yang lahir dari pengalaman panjangnya:
“Kita akan dipandang jahat ketika kita mulai berhenti peduli.
Kita akan dipandang ego dan keras hati ketika kita mulai menjauh dan menjaga jarak.
Tapi percayalah, sebelum kita memilih bersikap seperti itu,
kita pernah menjadi manusia yang paling peduli,
namun tidak dihargai.”
Menurut Daenk Jamal, sikap tegas dan menjaga jarak bukanlah tanda kesombongan, melainkan bentuk perlindungan diri setelah melewati fase kepedulian yang sering disalahartikan. Ia menekankan bahwa tidak semua orang memahami proses, tetapi setiap orang berhak memilih untuk bertahan dan melanjutkan hidup dengan lebih bijak.
Sebagai tokoh masyarakat yang sukses membangun usaha di Jakarta, Daenk Jamal berharap kisah hidupnya dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi generasi muda di daerah. Ia mengajak anak-anak muda untuk tidak takut merantau, tidak mudah menyerah, dan tetap menjaga integritas dalam proses meraih kesuksesan.
“Kesuksesan bukan soal seberapa cepat kita sampai, tetapi seberapa kuat kita bertahan saat tidak dihargai,” menjadi pesan moral yang tersirat dari perjalanan hidup Daenk Jamal sebuah pelajaran tentang keteguhan, harga diri, dan makna keberhasilan yang sesungguhnya.

