IniSulawesi.Com, Buol — Pemerintah Kabupaten Buol memastikan seluruh anak yang sempat dirawat akibat dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah pulih sepenuhnya dan kembali berkumpul bersama keluarga masing-masing.

Bupati Buol, Risharyudi, menyampaikan rasa syukur atas kondisi para siswa yang telah membaik. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah agar tidak terulang di kemudian hari.

Menurut Bupati, Satgas SPPG Pemda Buol bersama lintas sektor tengah melakukan penilaian menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait dengan kejadian tersebut. Evaluasi dan pengawasan juga akan diperluas ke seluruh SPPG di Kabupaten Buol sebagai langkah pencegahan.

Sebagai bentuk penguatan pengawasan, Pemkab Buol akan menugaskan aparatur pemerintah, baik PNS, PPPK, maupun tenaga paruh waktu, untuk terlibat langsung dalam proses pengawasan operasional SPPG. Pengawasan dilakukan sejak tahap awal, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan makanan dalam wadah, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.

Selain itu, kondisi sarana dan prasarana turut menjadi fokus perhatian, meliputi kelayakan peralatan dapur, kualitas air pencucian, alat memasak, serta aspek sanitasi dan kebersihan lingkungan kerja.

Bupati Risharyudi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menginginkan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB), baik berupa keracunan massal maupun kasus tunggal, termasuk penyajian makanan yang tidak memenuhi standar kelayakan.

“Program MBG di Kabupaten Buol tetap dilanjutkan, namun dengan pengawasan yang jauh lebih ketat dan terukur demi menjamin keamanan serta kesehatan anak-anak,” tegasnya.