IniSulawesi.Com, BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintahan desa melalui kegiatan penilaian Lomba Desa dan Kelurahan tingkat kabupaten tahun 2026. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Moh Kasim Rauf, di Desa Lintidu, Kecamatan Paleleh, Senin (09/03/2026).
Pembukaan kegiatan ini dilakukan atas nama Bupati Buol dan menjadi bagian dari program Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk menilai perkembangan desa serta memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan di tingkat desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PMD Kabupaten Buol Arfandi A. Wehantow, S.IP., M.Si, Camat Paleleh Lukman Djupandang, S.Pt, unsur TNI dan Polri, Satpol PP, Sekretaris PMD, perwakilan Diskominfo, para kepala desa se-Kecamatan Paleleh, Ketua BPD Desa Lintidu, perwakilan TP-PKK Kabupaten Buol, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Asisten I Moh Kasim Rauf menegaskan bahwa konsep penilaian lomba desa saat ini tidak lagi berfokus pada tampilan fisik semata, tetapi lebih menitikberatkan pada kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari tata kelola pemerintahan desa, pembangunan, pengelolaan wilayah, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Lomba desa bukan sekadar mencari juara, tetapi menjadi instrumen evaluasi untuk melihat sejauh mana desa mampu mengelola potensi yang dimiliki guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya inovasi desa di tengah kebijakan efisiensi anggaran, termasuk pengurangan alokasi dana desa. Kondisi tersebut, kata dia, seharusnya tidak menjadi penghambat bagi pemerintah desa untuk tetap kreatif dalam menjalankan program pembangunan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Menurutnya, sinergi yang baik antara kedua lembaga tersebut akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan di desa.
“Aspek harmonisasi antara kepala desa dan BPD harus dijaga. Jika komunikasi dan koordinasi berjalan baik, maka pembangunan desa akan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh data yang telah dilaporkan oleh desa melalui sistem aplikasi akan diverifikasi secara langsung oleh tim penilai di lapangan.
Tim penilai tersebut berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Kominfo, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pendidikan, yang akan melakukan pengecekan terhadap kesesuaian data dengan kondisi riil di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Buol Arfandi A. Wehantow menjelaskan bahwa penilaian lomba desa tingkat kabupaten akan berlangsung selama beberapa hari di sejumlah kecamatan.
Ia menyebutkan bahwa desa yang mengikuti penilaian merupakan desa terbaik hasil seleksi di tingkat kecamatan. Dari proses tersebut nantinya akan ditentukan satu desa yang akan mewakili Kabupaten Buol pada lomba desa tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.
“Setelah seluruh tahapan penilaian selesai, tim akan melakukan evaluasi untuk menentukan desa terbaik yang akan mewakili Kabupaten Buol di tingkat provinsi,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Lintidu memaparkan kondisi umum desa serta berbagai program pembangunan yang telah dilaksanakan selama dua tahun terakhir.
Desa Lintidu merupakan salah satu dari 12 desa di Kecamatan Paleleh yang berjarak sekitar 5 kilometer dari ibu kota kecamatan, 80 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Buol, dan sekitar 750 kilometer dari ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.
Desa tersebut memiliki luas wilayah sekitar 41.430 hektare yang terbagi dalam tiga dusun, tujuh RT, dan tiga RW dengan jumlah penduduk sebanyak 835 jiwa atau sekitar 230 kepala keluarga.
Dalam paparannya, pemerintah desa juga memperkenalkan inovasi pelayanan publik bertajuk “Lintidu Melayani dengan CINTA”, yang merupakan akronim dari Cerdas, Indah, Nyaman, Tentram, dan Aman.
Selain itu, pemerintah desa juga merancang program Desa Peduli Lansia sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat lanjut usia melalui penyediaan layanan kesehatan dan dukungan sosial yang dibiayai melalui anggaran desa.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Buol berharap lomba desa tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum evaluasi dan motivasi bagi pemerintah desa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, pembangunan, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing.

