IniSulawesi.Com BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia dengan membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat. Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Sosialisasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang digelar di Kampus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Tadulako (Untad) Kabupaten Buol, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir DJ Daimaroto, SH., MH., didampingi Plt. Kepala BKPSDM Kabupaten Buol, serta dihadiri Tim RPL Universitas Tadulako Palu dan berbagai perangkat daerah terkait.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa program RPL menjadi salah satu solusi strategis dalam meningkatkan kualitas SDM daerah. Melalui program ini, pengalaman kerja, kompetensi, serta pembelajaran nonformal yang telah dimiliki ASN maupun masyarakat dapat diakui secara akademik dan dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS) pada jenjang pendidikan tinggi.
Menurutnya, kebutuhan akan tenaga profesional yang memiliki kompetensi dan pengakuan formal semakin penting seiring meningkatnya tuntutan pembangunan daerah. Karena itu, kehadiran program RPL di Buol diharapkan mampu membuka peluang yang lebih besar bagi aparatur, perangkat desa, tenaga kesehatan, guru, pelaku usaha, serta berbagai profesi lainnya untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus memulai dari awal.
Langkah tersebut dinilai relevan dengan kondisi kualifikasi pendidikan ASN di Kabupaten Buol yang masih memerlukan peningkatan. Data menunjukkan terdapat 1.302 ASN berpendidikan SMA yang terdiri dari 414 PNS, 337 PPPK, dan 551 PPPK PW. Sementara ASN dengan latar belakang pendidikan Diploma (D1–D3) berjumlah 819 orang yang terdiri dari 449 PNS, 334 PPPK, dan 36 PPPK PW.
Melalui kerja sama dengan Universitas Tadulako, program RPL diharapkan menjadi akselerator peningkatan kualifikasi pendidikan bagi ribuan ASN tersebut sehingga mampu mendukung terwujudnya birokrasi yang semakin profesional, kompeten, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sosialisasi ini turut mendapat dukungan dari berbagai organisasi perangkat daerah, di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas PUPR, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta jajaran PSDKU Untad Kabupaten Buol.
Sementara itu, Koordinator RPL Universitas Tadulako, Dr. Nur Sehang, menjelaskan bahwa program RPL merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan fleksibel bagi masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa pengalaman kerja, pelatihan, maupun pembelajaran nonformal yang dimiliki peserta dapat diakui dan dikonversi menjadi SKS akademik sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, para praktisi, ASN, maupun tenaga profesional dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana secara lebih efektif tanpa mengabaikan pengalaman yang telah dimiliki selama bertahun-tahun.
Selain melakukan sosialisasi, Tim RPL Untad juga hadir untuk memastikan proses administrasi, asesmen, hingga verifikasi dokumen portofolio calon mahasiswa berjalan sesuai standar nasional pendidikan tinggi, sehingga pelaksanaan program dapat berlangsung secara transparan, akuntabel, dan berkualitas.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Buol dan Universitas Tadulako, program RPL diharapkan menjadi instrumen penting dalam mempercepat peningkatan kualitas SDM daerah sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih maju dan berdaya saing.

