IniSulawesi.Com, Buol – Pemerintah Kabupaten Buol terus memperkuat fondasi pembangunan berbasis data melalui pelaksanaan Workshop Pembinaan Statistik Sektoral Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Buol, Selasa (31/03/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Buol dan BPS Buol, dengan melibatkan sekitar 60 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran pejabat daerah, serta insan pers.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Moh. Yamin Rahim, Ketua Tim Statistik Sosial Susilawati, Ketua Tim Pembinaan Statistik Sektoral Siti Setianingsih, Sekretaris Dinas Kominfo Abdullah AS. Mangge, serta sejumlah perwakilan OPD lainnya.
Mewakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Buol, Sekretaris Dinas Kominfo Abdullah AS. Mangge, S.Ag., M.Si menegaskan bahwa penguatan tata kelola data menjadi kebutuhan mendesak di era digital saat ini. Hal tersebut sejalan dengan implementasi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.
“Data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan fondasi utama dalam pengambilan kebijakan. Untuk itu, kapasitas produsen data di setiap OPD perlu terus diperkuat,” ujarnya.
Workshop ini menitikberatkan pada tiga aspek utama, yakni identifikasi kegiatan statistik sektoral, penguatan kelembagaan statistik, serta evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral (EPSS). Melalui pendekatan ini, diharapkan setiap OPD mampu menyusun dan mengelola data secara sistematis, terstandar, dan terintegrasi, sehingga menghindari tumpang tindih data antar instansi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Moh. Yamin Rahim menekankan bahwa statistik sektoral bukan hanya soal angka, tetapi mencakup keseluruhan proses pengelolaan data mulai dari perencanaan hingga diseminasi.
“Setiap perangkat daerah memiliki tanggung jawab data sesuai tugas dan fungsinya. Semua data tersebut harus terintegrasi dalam satu sistem yang sama agar dapat digunakan secara optimal dalam perencanaan pembangunan,” tegasnya.
Ia juga mengakui masih adanya sejumlah tantangan, seperti ketidaksinkronan data antar instansi, pembaruan data yang belum konsisten, hingga pemanfaatan teknologi informasi yang belum maksimal. Menurutnya, peningkatan kualitas data harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah ke depan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Buol berharap kompetensi sumber daya manusia dalam pengelolaan data semakin meningkat, sehingga kebijakan pembangunan yang dihasilkan lebih tepat sasaran dan berbasis pada data yang valid dan terpercaya.

