IniSulawesi.Com, Sulteng – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Silaturrahmi dan Halal bi Halal Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Tengah yang digelar di rumah kebun Sirajudin Ramly pada Hari Sabtu (04/04/2026). Momentum ini menjadi ajang untuk kembali mempererat tali persaudaraan antar anggota, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan pasca Hari Raya Idulfitri.
Ketua KAHMI Sulteng, Mulhanan Tombolotutu, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Halal bi Halal bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki makna mendalam dalam memperkuat hubungan emosional dan spiritual antar sesama alumni.
“Ini adalah momen untuk kembali bertemu, saling mengikhlaskan, dan saling menguatkan. Kebersamaan seperti ini harus terus dijaga agar KAHMI tetap solid dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Acara dipandu langsung oleh Sekretaris Umum MW KAHMI, Dr. Tutang, yang dengan tenang dan komunikatif mengalirkan seluruh rangkaian kegiatan. Kehadirannya mampu menjaga suasana tetap tertib sekaligus hangat sepanjang acara berlangsung.
Dalam pesan singkatnya, Ketua Harian MW KAHMI, Dr. Taviv Muhammad, mengingatkan bahwa hubungan antar manusia tidak pernah lepas dari kekhilafan. Karena itu, sikap saling memaafkan dengan penuh keikhlasan menjadi kunci utama dalam menjaga harmoni.
“Mari kita saling ikhlas memberi maaf, karena dari situlah kebaikan bermula. Malam ini adalah tempatnya kita berhalal bihalal,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tuan rumah serta mengajak seluruh hadirin untuk terus mensyukuri nikmat kebersamaan di bulan Syawal.
Hikmah Halal bi Halal disampaikan dengan penuh kedalaman oleh Prof. Dr. Nur Sangadji. Dalam refleksinya, ia menekankan bahwa kehidupan sejatinya adalah proses perjuangan—berkorban, memaafkan, dan mengikhlaskan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut tercermin sempurna dalam sosok seorang ibu. “Ibulah yang mampu memberi tanpa mengharapkan kembali. Tidak heran jika dalam ajaran Islam, penghormatan kepada ibu disebut hingga tiga kali sebelum ayah,” ungkapnya.
Ia juga mengaitkan makna kasih seorang ibu dengan simbol matahari—sumber kehidupan yang terus memberi tanpa pamrih, menerangi tanpa meminta balasan. Pesan tersebut menambah kedalaman makna dalam momentum kebersamaan yang sarat nilai spiritual ini.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur alumni HMI dari beragam latar belakang profesi yang turut menyemarakkan suasana dengan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, acara ini juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, KAHMI Sulteng diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya mempererat hubungan antar alumni, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

