IniSulawesi.Com, Buol – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan melalui gerakan tanam massal yang dilaksanakan serentak di berbagai wilayah Indonesia. Di Kabupaten Buol, kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Suraya, Kecamatan Momunu, pada Senin (6/4/2026), dan berlangsung secara terhubung dengan agenda nasional melalui pertemuan virtual.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program penanaman serentak seluas 10.000 hektare yang dilaksanakan di 16 provinsi. Sejumlah unsur pemerintah pusat dan daerah turut ambil bagian, termasuk jajaran pejabat daerah, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat yang menjadi ujung tombak pelaksanaan di lapangan.

Mewakili pemerintah daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Buol, Syarif Pusadan, menekankan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata dalam menjaga stabilitas pangan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga lahan yang telah dibuka agar tetap produktif dan tidak dialihkan ke fungsi lain.

Menurutnya, program cetak sawah baru yang mencapai sekitar 1.000 hektare di Buol harus benar-benar dimanfaatkan secara berkelanjutan demi kepentingan masyarakat dalam jangka panjang.
Dari sisi pemerintah pusat, Penyuluh Pertanian Ahli Utama Kementerian Pertanian, Prof. Deddi Nursyamsi, menyoroti tantangan utama yang masih dihadapi sektor pertanian, terutama terkait ketersediaan air. Ia menjelaskan bahwa optimalisasi sistem irigasi akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan frekuensi tanam dan hasil produksi.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Buol, Ahmad Kuntuamas, yang menegaskan komitmen legislatif dalam mengawal pelaksanaan program agar berjalan tepat sasaran. Ia mengingatkan para petani agar tidak membiarkan lahan kosong setelah panen, melainkan segera kembali melakukan penanaman.

Secara teknis, kegiatan di Desa Suraya melibatkan Kelompok Tani Harapan Sejahtera yang mengelola lahan seluas 21 hektare, dengan target penanaman pada hari pelaksanaan mencapai 10 hektare. Hingga saat ini, total realisasi cetak sawah di wilayah tersebut telah mencapai 186 hektare yang terbagi dalam beberapa kelompok tani.

Sementara itu, data dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Momunu menunjukkan total luas lahan cetak sawah mencapai 294 hektare, dengan sekitar 94 hektare telah ditanami. Dukungan sarana dan prasarana yang tersedia diharapkan mampu mempercepat optimalisasi seluruh lahan yang ada.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan panen padi menggunakan mesin modern serta sesi foto bersama. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan petani dalam mendorong kemandirian pangan yang berkelanjutan, baik di tingkat daerah maupun nasional.