IniSulawesi.Com, Buol – (19/02/2026) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buol menyiapkan serangkaian langkah strategis untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi selama periode Ramadhan hingga pasca-Lebaran 2026. Fokus utama diarahkan pada penanganan risiko banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang cenderung meningkat pada masa peralihan musim di awal tahun.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buol, Mohammad Kachfi Mardjuni, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan telah ditingkatkan melalui pengaktifan Pos Komando (Posko) Siaga Bencana yang beroperasi 24 jam penuh. Langkah ini dilakukan guna memastikan respons cepat apabila terjadi kondisi darurat di wilayah terdampak.

Sebanyak 49 personel disiagakan secara bergiliran dalam sistem 7×24 jam. Setiap harinya, sekitar 9 hingga 10 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) siap diterjunkan sewaktu-waktu. Selain sumber daya manusia, BPBD juga menyiapkan sarana pendukung seperti perahu karet, mobil tangki air, serta peralatan komunikasi darurat untuk menjangkau wilayah yang berpotensi terisolasi.

Mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat selama bulan suci dan menjelang Idul Fitri, BPBD memberikan perhatian khusus pada jalur mudik dan lokasi wisata. Pemantauan intensif dilakukan di sepanjang Jalur Trans Sulawesi, khususnya pada titik-titik rawan longsor dan pohon tumbang. Masyarakat juga diimbau untuk memantau informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum melakukan perjalanan, serta berhenti sementara apabila hujan turun dengan intensitas tinggi.

Berdasarkan data historis dan analisis risiko terbaru, sejumlah kecamatan menjadi prioritas pemantauan karena potensi banjir yang relatif tinggi, antara lain Paleleh, Paleleh Barat, Bunobogu, Bukal, Momunu, dan Tiloan. Selain itu, wilayah pesisir Kabupaten Buol yang mencakup delapan kecamatan, 69 desa, dan tujuh kelurahan juga menjadi perhatian khusus terkait potensi abrasi dan gelombang tinggi.

Dalam pelaksanaannya, strategi mitigasi tahun ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor dan manajemen risiko berbasis komunitas. BPBD Buol bekerja sama dengan BMKG serta Pusdalops Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperkuat sistem peringatan dini dan memastikan penyebaran informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat.

Edukasi kepada warga juga terus digencarkan, termasuk pelatihan kesiapsiagaan serta imbauan untuk tidak membuang sampah ke aliran sungai guna mengurangi risiko banjir akibat luapan air.

BPBD Buol turut menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarluaskan kabar terkait bencana, guna mencegah kepanikan akibat informasi yang tidak terkonfirmasi di media sosial selama masa libur Lebaran. Upaya ini didukung oleh Tim Informasi Bencana BPBD Kabupaten Buol sebagai bagian dari penguatan komunikasi publik yang responsif dan akurat.