IniSulawesi.Com, Buol, – Pemerintah Kabupaten Buol menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui pelepasan 217 peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) SMK Negeri 1 Biau Tahun Ajaran 2026/2027. Pelepasan dilakukan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Buol, Syarif Pusadan, S.E., M.Si., mewakili Bupati Buol, di Aula SMK Negeri 1 Biau, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Kepala SMK Negeri 1 Biau Marlina Rasyid, S.Pd., Kepala Samsat Buol Zulkifli, S.Sos., Ketua Komite Sekolah Mastar Ain, S.Pd., perwakilan perangkat daerah, mitra dunia usaha dan industri, dewan guru, orang tua siswa, insan pers, serta seluruh peserta PKL.
Ketua Panitia, Ratni N. Mangge, S.Pd., menjelaskan bahwa Praktik Kerja Lapangan merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis dunia kerja yang bertujuan meningkatkan kompetensi sekaligus membentuk karakter peserta didik agar siap memasuki dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).
Sebanyak 217 siswa dari delapan kompetensi keahlian akan mengikuti program PKL selama enam bulan, dengan rincian dua bulan pembelajaran di sekolah dan empat bulan praktik di berbagai instansi maupun perusahaan. Penempatan peserta meliputi 157 siswa di Kabupaten Buol, 36 siswa di Kota Palu, dan 24 siswa di Kota Gorontalo. Program ini didukung melalui pendanaan Program Berani Cerdas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta Dana BOS SMK Negeri 1 Biau.
Plt. Kepala SMK Negeri 1 Biau, Marlina Rasyid, menyampaikan bahwa PKL menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku sekolah sekaligus membangun karakter profesional. Menurutnya, keberhasilan siswa selama PKL tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kedisiplinan, etika, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Mastar Ain, mengapresiasi seluruh mitra DUDIKA yang telah memberikan ruang bagi siswa untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung. Ia juga berharap adanya komunikasi yang baik antara sekolah, orang tua, dan tempat PKL, terutama bagi siswa yang menjalankan praktik di luar daerah.
Dalam sambutannya, Syarif Pusadan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buol terus mendorong penguatan pendidikan vokasi sebagai langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing.
Ia mengajak seluruh mitra dunia usaha dan dunia industri untuk memberikan pendampingan serta pengalaman kerja yang relevan dengan kompetensi peserta didik. Kepada para siswa, ia berpesan agar menjaga nama baik sekolah, menjunjung tinggi etika, disiplin, dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkaya pengalaman serta meningkatkan kemampuan.
“Pemerintah Kabupaten Buol akan terus mendukung pengembangan pendidikan vokasi, termasuk melalui penguatan program Balai Latihan Kerja (BLK), agar lulusan SMK memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.
Pelepasan peserta PKL ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan delapan kompetensi keahlian serta penyerahan simbolis kepada perwakilan DUDIKA.
Melalui program ini, diharapkan kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja semakin erat sehingga mampu melahirkan lulusan SMK yang profesional, adaptif, dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri serta siap berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Buol

