IniSulawesi.Com,Buol, (19/09/ 2025) – Bupati Buol, Trisharyudi Tribowo, memimpin pertemuan bersama Koperasi Desa (Kopdes) dan Koperasi Kelurahan (Kopkel) merah Putih se-Kabupaten Buol. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempertegas arah kebijakan pemerintah daerah dalam memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan berbasis desa.
Dalam arahannya, Bupati menekankan beberapa poin strategis hasil rapat, yakni:
1. Kadis BPM diminta mengatur kepala desa agar penyaluran dana dari kas Bumdes dilakukan dalam bentuk pinjaman kepada Kopdes, bukan modal awal.
2. Pemda Buol siap memfasilitasi sarana dan prasarana Kopkel demi mendukung penguatan kelembagaan koperasi di tingkat kelurahan.
3. Inspektorat diperintahkan melakukan pendataan terhadap Bumdes yang aktif untuk memastikan keberlanjutan dan transparansi pengelolaan.
4. Kopdes Tayadun mendapat apresiasi Rp10 juta atas capaian progres digitalisasi, sekaligus ditetapkan sebagai kopdes percontohan Kabupaten Buol.
Selain itu, Bupati juga menginstruksikan langkah tambahan yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung Kopdes:
Kadis BPM mendata aset desa, termasuk bangunan, yang bisa dialokasikan sebagai kantor Kopdes.
Dinas Koperasi turun langsung ke kecamatan-kecamatan untuk membantu pengurus Kopdes melakukan penginputan data di aplikasi Microsite, guna mempercepat transformasi digital koperasi desa.
Bupati Trisharyudi menegaskan bahwa keberadaan Kopdes dan Kopkel harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Koperasi desa bukan hanya wadah simpan pinjam, tetapi motor penggerak ekonomi masyarakat. Pemda hadir untuk memfasilitasi, sementara pengurus harus bekerja dengan profesional, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan digital,” tegasnya.
Dengan dukungan penuh Pemda Buol, Kopdes dan Kopkel diharapkan mampu tumbuh lebih kuat, mandiri, dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dan kelurahan di Kabupaten Buol.

