IniSulawesi.Com, Jakarta — Tokoh nasional Anas Urbaningrum menegaskan pentingnya pengelolaan Indonesia sebagai archipelagic state atau negara kepulauan secara sungguh-sungguh. Hal tersebut disampaikannya dalam pernyataan memperingati Hari Nusantara, (13/12/2025)
Menurut Anas, status Indonesia sebagai negara kepulauan merupakan hasil bersejarah dari Deklarasi Djuanda yang telah mengubah cara pandang dunia terhadap wilayah laut Indonesia. Namun demikian, ia menilai bahwa pengelolaan pembangunan nasional hingga kini masih terlalu berorientasi ke darat.
“Keberadaan Indonesia sebagai archipelagic state hasil Deklarasi Djuanda mesti dikelola dengan serius. Terlalu berorientasi ke darat terbukti problematik,” ujar Anas.
Ia mencontohkan berbagai persoalan lingkungan yang terus berulang, salah satunya banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatera yang menimbulkan dampak sosial dan ekonomi serius bagi masyarakat. Menurutnya, bencana tersebut menjadi indikator lemahnya tata kelola ruang dan lingkungan yang tidak berimbang antara darat dan laut.
Anas juga menekankan bahwa potensi besar Indonesia sebagai negara kepulauan, baik dari sektor kelautan, perikanan, energi, hingga jalur perdagangan maritim, belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, pengelolaan laut yang terintegrasi dapat menjadi solusi strategis bagi pembangunan berkelanjutan dan pengurangan risiko bencana.
“Menyia-nyiakan potensi negara kepulauan adalah kepandiran. Ini mesti diakhiri,” tegasnya.
Dalam momentum Hari Nusantara, Anas mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah, maupun masyarakat, untuk mengembalikan orientasi pembangunan nasional sesuai dengan jati diri Indonesia sebagai negara kepulauan. Menurutnya, penguatan visi maritim bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan dan keselamatan rakyat.
“Selamat Hari Nusantara,” tutup Anas dalam pernyataannya.

