IniSulawesi.Com, Buol – Situasi darurat yang menimpa pelajar di Kecamatan Bunobogu mendapat perhatian serius dari pimpinan daerah. Bupati Buol Rishayudi Tribowo bersama Wakil Bupati hadir langsung di Puskesmas Bunobogu, Rabu (28/01/2026), untuk memastikan penanganan medis terhadap siswa berjalan sesuai standar dan kebutuhan lapangan.
Kehadiran pimpinan daerah tersebut sekaligus menjadi bentuk pengawasan langsung terhadap kesiapan fasilitas kesehatan serta respons tenaga medis dalam menangani kasus dugaan keracunan yang melibatkan peserta didik lintas jenjang pendidikan.
Laporan sementara mencatat 141 siswa tingkat SD hingga SMP/MTS mengalami gangguan kesehatan berupa nyeri perut, mual, dan muntah setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari total tersebut, sebagian siswa memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit rujukan, sementara lainnya masih dalam observasi tenaga medis setempat.
Rincian penanganan menunjukkan 18 siswa dirujuk ke RSUD Mokoyurli, dua siswa mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pratama, dan lima siswa masih dirawat di Puskesmas Bunobogu, sedangkan siswa dengan kondisi stabil telah diperbolehkan pulang.
“Prioritas kami adalah keselamatan anak-anak. Setiap siswa yang membutuhkan penanganan lanjutan langsung dirujuk agar memperoleh layanan kesehatan yang lebih lengkap,” tegas Bupati Buol dalam keterangannya.
Sebagai langkah pengamanan, Pemerintah Kabupaten Buol mengambil kebijakan penghentian sementara aktivitas SPPG yang bertanggung jawab atas distribusi makanan program MBG di wilayah tersebut.
“Kegiatan SPPG dihentikan sementara hingga proses pemeriksaan dan pendalaman oleh aparat berwenang selesai dilakukan,” ujar Bupati menegaskan.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak menarik kesimpulan prematur maupun mengaitkan kejadian ini dengan isu-isu lain yang belum terbukti kebenarannya.
“Mari tetap berpegang pada fakta dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pemerintah daerah,” tutupnya.***

