IniSulawesi.Com, Palu – H. Ambo Dalle resmi dilantik sebagai Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Sulawesi Tengah masa bakti 2025–2030. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Hotel Best Western Palu dan dirangkaikan dengan Forum Bisnis (Forbis) serta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) HIPKA Sulteng, Rabu (29/1/2026).

Dalam sambutan perdananya usai dilantik, H. Ambo Dalle menegaskan komitmennya untuk mendorong peran aktif kader HIPKA di sektor kewirausahaan. Ia menyampaikan bahwa HIPKA sulteng tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri, terlebih Sulawesi Tengah dikenal sebagai wilayah yang memiliki potensi investasi besar.

“KAHMI dan HIPKA harus terlibat langsung dalam aktivitas usaha dan mampu memanfaatkan peluang yang ada. Sulawesi Tengah adalah daerah investasi, dan kita harus menjadi bagian dari penggeraknya,” tegas H. Ambo Dalle.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar pengusaha serta sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat ekosistem bisnis daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPKA dalam kesempatan yang sama menyampaikan arahan agar kepengurusan HIPKA di daerah mampu menjadi motor lahirnya pengusaha-pengusaha baru. Menurutnya, HIPKA memiliki peran strategis sebagai mediator bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah.

“HIPKA diharapkan hadir sebagai penghubung UMKM dengan dunia usaha yang lebih luas, baik dalam hal akses permodalan, pendampingan, maupun jejaring pasar,” ujarnya.

Pelantikan Ketua BPW HIPKA Sulawesi Tengah ini turut dihadiri oleh unsur Polda Sulawesi Tengah, Pangdam, Kejaksaan, serta Asisten II Bidang Perekonomian. Hadir pula jajaran pengurus HIPKA, Ketua Kahmi Sulteng, pengurus HMI Badko Sulawesi Tengah, dan sejumlah undangan lainnya.

Dengan pelantikan ini, kepemimpinan H. Ambo Dalle diharapkan mampu membawa HIPKA Sulawesi Tengah menjadi organisasi pengusaha yang progresif, inklusif, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah.