IniSulawesi.com, Sulteng– Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zainal Abidin, menegaskan bahwa esensi dari beragama bukanlah sekadar membuktikan klaim kebenaran, melainkan bagaimana menghadirkan kebajikan bagi sesama makhluk Tuhan.

“Tugas kita bukanlah untuk membuktikan bahwa agama kita paling benar, tetapi untuk menunjukan bahwa kita mampu menebar kebajikan kepada sesama makhluk Tuhan karena kita adalah umat beragama,” ungkap KH. Zainal Abidin.

Pernyataan tersebut menjadi refleksi penting di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang kerap diwarnai perdebatan mengenai kebenaran agama. Rais Syuriyah PBNU itu menekankan bahwa inti dari beragama adalah sikap welas asih, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi kemaslahatan bersama.

Menurutnya, kebenaran agama tidak berhenti pada ranah doktrin semata, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk perilaku yang mencerminkan kasih sayang Tuhan. Dengan demikian, keberadaan umat beragama seharusnya menjadi sumber kedamaian, bukan konflik.

Pandangan ini mengingatkan umat beragama agar lebih fokus pada praktik kemanusiaan yang universal, seperti menolong yang lemah, menjaga lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, serta memperjuangkan keadilan. Semua itu merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai luhur agama.

KH. Zainal Abidin menutup dengan penekanan bahwa kerendahan hati dalam beragama lebih berharga daripada klaim kebenaran yang kaku. Sebab, dari kebajikan yang ditaburkan itulah umat beragama dapat membuktikan peran positifnya di tengah kehidupan yang majemuk.