IniSulawesi.Com, MOROWALI — Persoalan debu yang dikaitkan dengan aktivitas PT Rezki Utama Jaya (RUJ) kembali mendapat sorotan. Iksanudin, pemuda Desa Unsongi, mendesak perusahaan memberikan perhatian serius terhadap keluhan lingkungan yang disampaikan masyarakat.

Menurut Iksanudin, berbagai program bantuan sosial yang disalurkan perusahaan memang memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, bantuan sosial dinilai tidak boleh menjadi pengganti tanggung jawab perusahaan dalam memastikan aktivitas operasional tetap memperhatikan kondisi lingkungan.

“Bantuan sosial tentu memiliki manfaat bagi masyarakat. Tetapi ketika ada persoalan debu yang dikeluhkan warga, yang dibutuhkan adalah langkah nyata untuk mengetahui sumber persoalannya dan memastikan gangguan tersebut dapat dikendalikan,” tegas Iksanudin.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap pemberitaan mengenai berbagai kontribusi sosial PT RUJ di sekitar wilayah operasional perusahaan, mulai dari bantuan sembako, pengobatan, pendidikan, kegiatan keagamaan, kepemudaan hingga bantuan dalam kondisi bencana.

Iksanudin menilai berbagai program tersebut belum secara langsung menjawab keluhan masyarakat apabila persoalan debu masih dirasakan di lapangan. Karena itu, ia meminta perusahaan tidak hanya menyampaikan narasi mengenai kepedulian sosial, tetapi juga membuka informasi mengenai langkah konkret pengendalian lingkungan.

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui apakah sumber debu telah ditelusuri, langkah pencegahan apa yang telah dilakukan, bagaimana kualitas udara dipantau, serta apakah tindakan pengendalian yang diterapkan perusahaan benar-benar efektif.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah perubahan yang bisa dilihat dan dirasakan. Kalau ada keluhan, harus ada pemeriksaan, tindakan, kemudian hasilnya disampaikan secara terbuka,” ujarnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Legal Officer PT RUJ, Ana Karmelia, menjelaskan sejumlah bentuk dukungan perusahaan kepada masyarakat, termasuk bantuan pengobatan, sembako, pendidikan, kegiatan keagamaan, kepemudaan dan bantuan ketika terjadi bencana. Perusahaan juga menyampaikan komitmen untuk membangun hubungan berkelanjutan dengan masyarakat.

Namun, Iksanudin meminta persoalan debu juga mendapatkan penjelasan yang terbuka, khususnya terkait langkah pengendalian dan pemantauan dampak lingkungan.

Ia mendorong adanya mekanisme pengaduan yang jelas sehingga setiap keluhan warga dapat dicatat, diverifikasi dan ditindaklanjuti. Dengan mekanisme tersebut, masyarakat dapat mengetahui perkembangan penanganan setiap laporan yang disampaikan.

Selain itu, Iksanudin meminta pemantauan dilakukan secara transparan untuk memastikan sumber debu dan tingkat paparannya dapat diketahui berdasarkan data. Menurutnya, pemeriksaan yang objektif penting agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi asumsi di tengah masyarakat.

“Kalau hasil pemeriksaan menunjukkan debu tersebut berkaitan dengan aktivitas perusahaan, tentu harus ada langkah perbaikan. Kalau hasilnya berbeda, sampaikan juga kepada publik. Prinsipnya harus berdasarkan data dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Iksanudin menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan bermaksud mengabaikan berbagai program sosial PT RUJ. Namun, menurut dia, kepedulian terhadap masyarakat harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap lingkungan.

Ia menilai ukuran tanggung jawab perusahaan bukan hanya dapat dilihat dari bantuan yang diberikan, tetapi juga dari keseriusan dalam merespons keluhan masyarakat dan memastikan persoalan lingkungan ditangani secara terukur.

Sebagai pemuda Desa Unsongi, Iksanudin berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka antara perusahaan dan masyarakat, dengan mengedepankan data serta kondisi faktual di lapangan.

Karena itu, ia mendesak PT RUJ menjadikan persoalan debu sebagai perhatian serius dan membuka informasi mengenai langkah penanganannya kepada masyarakat.

“Program sosial penting, tetapi persoalan lingkungan juga harus dijawab dengan tindakan nyata. Masyarakat membutuhkan lingkungan yang nyaman dan kepastian bahwa setiap keluhan mereka benar-benar ditindaklanjuti,” pungkas Iksanudin.