IniSulawesi.Com, Buol – Pemerintah Kabupaten Buol mengevaluasi pelaksanaan proyek revitalisasi dan penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU). Dari total 1.860 titik lampu yang direkapitulasi hingga September 2026, sejumlah lokasi masih menjadi perhatian karena minim penerangan dan mengalami gangguan teknis.
Evaluasi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, S.H., M.H., bersama PT Solarange dan PT Tunggal Widya Kirana. Pertemuan itu melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan Kejaksaan Negeri Buol, Dandim, Inspektorat, pimpinan ranting PLN Buol, serta para camat Biau.
Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati menyampaikan bahwa kehadiran lampu PJU secara umum mendapat respons positif dari masyarakat. Penerangan jalan dinilai memberikan manfaat bagi aktivitas warga, sehingga muncul pula permintaan agar pemasangan lampu diperluas ke sejumlah kawasan strategis lainnya.
Namun, evaluasi juga mencatat masih adanya titik yang membutuhkan penanganan. Kawasan Kubur Cina dan area pemakaman umum di Kelurahan Buol, misalnya, dilaporkan masih minim penerangan atau mengalami gangguan pada lampu yang terpasang.
Pemkab Buol meminta pihak perusahaan bersama tim teknis untuk turun langsung memeriksa kondisi di lapangan dan segera menindaklanjuti temuan tersebut. Perbaikan diharapkan dapat dilakukan sesuai kebutuhan, termasuk penambahan lampu pada tiang yang masih layak digunakan tanpa harus membangun tiang baru.
Langkah evaluasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan infrastruktur penerangan yang telah dipasang dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, pihak ketiga menyampaikan rekapitulasi pemasangan lampu PJU hemat energi bertipe Smart Ready dengan kapasitas 40 Watt dan 70 Watt. Hingga September 2026, total pemasangan yang direkapitulasi mencapai 1.860 titik di wilayah Kabupaten Buol.
Pemkab Buol juga mengapresiasi dukungan PLN yang telah menyiapkan tambahan mesin untuk memperkuat pasokan daya listrik. Dukungan tersebut diharapkan dapat menunjang pemenuhan kebutuhan energi, termasuk untuk penerangan jalan umum di berbagai wilayah.
Selain memperkuat infrastruktur kelistrikan, pemerintah daerah turut melihat peluang pengembangan energi terbarukan, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi tenaga surya atau solar cell.
Menutup rapat koordinasi, Pemkab Buol mengimbau seluruh tim teknis, unsur kecamatan dan kelurahan, serta mitra perusahaan agar terus memperkuat koordinasi dan komunikasi. Berbagai catatan teknis yang ditemukan di lapangan diharapkan segera ditindaklanjuti sehingga penerangan jalan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Evaluasi ini menegaskan bahwa keberhasilan program PJU tidak hanya ditentukan oleh jumlah lampu yang terpasang, tetapi juga oleh fungsi, pemerataan, dan keberlanjutan pemeliharaannya demi mendukung keamanan serta kenyamanan masyarakat Buol.

